Tampilkan postingan dengan label Futsal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Futsal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juni 2014

STRATEGI PENYERANGAN DALAM BERMAIN FUTSAL

Seperti sepak bola, taktik menyerang juga dikenal dalam permainan futsal. Ada beberapa strategi penyerangan yang dapat dipakai dalam bermain futsal. Strategi yang dipakai tergantung pada lawan yang akan dihadapi, kondisi fisik pemain dan lain-lain. Strategi tersebut diantaranya yaitu dengan formasi 2-2 yang dikenal dengan sebutan Square. 


Square merupakan strategi
Penyerangan paling dasar dimana empat orang pemain dibagi menjadi 2 baris. Dua pemain berada dibaris depan dan dua pemain lainnya berada dibelakangnya. Seperti sepak bola, taktik menyerang juga dikenal dalam permainan futsal. Ada beberapa strategi penyerangan yang dapat dipakai dalam bermain futsal. Strategi yang dipakai tergantung pada lawan yang akan dihadapi, kondisi fisik pemain dan lain-lain. Strategi tersebut diantaranya yaitu dengan formasi 2-2 yang dikenal dengan sebutan Square. Square merupakan strategi penyerangan paling dasar dimana empat orang pemain dibagi menjadi 2 baris. Dua pemain berada dibaris depan dan dua pemain lainnya berada dibelakangnya.
Untuk menerapkan strategi ini dibutuhkan karakteristik tertentu. Dua orang pemain di depan sebaiknya memiliki kecepatan dan skill mengumpan serta shooting yang baik. Sebaliknya dua pemain dibelakang harus selalu siap menerima bola dalam keadaan apapun.
Strategi 2-2 ini sangat menguntungkan karena tidak menguras energi fisik. Formasi ini baru efektif jika pemain unggul dalam duel satu lawan satu dengan pemain lawan. Akan tetapi disamping keuntungan, strategi ini pun memiliki kelemahan khusus karena biasanya dukungan antar lini dalam melakukan penyerangan terasa kurang. Hal ini dikarenakan perbedaan skill yang dimiliki oleh para pemain. Ini akan sangat berbahaya jika team lawan melakukan covering dan pressing yang ketat, sehingga team yang menggunakan strategi 2-2 ini akan kesulitan. (sumber)

Jumat, 25 April 2014

Cara Membaca Permainan Lawan


Seperti halnya sepak bola pada umumnya, terdapat dua umum tentang karakteristik permainan, pertama permainan dengan umpan-umpan panjang dan cenderung mengandalkan kecepatan dan kekuatan, yang kedua permainan pendek, apik dan cantik, untuk yang terakhir ini biasanya enak untuk ditonton.

Bahwa permainan dengan umpan-umpan panjang jarang sekali diterapkan dalam permainan Futsal, biasanya tim yang masih menerapkan permainan ini banyak dipengaruhi oleh gaya permainan pemain-pemainnya, biasanya para pemain ini adalah pemain sepak bola biasa, yang mana mereka sudah terbiasa dengan lapangan besar dimana seringkali menerapkan umpan-umpan panjang dan tendangan-tendangan yang lumayan kencang dan keras, para pemain ini sering melakukan “passing” yang cepat dan langsung menusuk ke daerah lawan, dan juga setiap melakukan tendangan ke gawang, lebih banyak mengandalkan power, bertenaga dan gledek, satu hal lagi karakter dari permaian ini yakni dalam melakukanmarking lebih rapat dan sedikit mengandalkan body contact, hal ini bisa dimaklumi karena kebiasaan mereka dilapangan besar memungkinkan untuk melakukan hal tersebut. Lalu bagaimana menghadapi gaya permainan seperti ini, jika tim kita memiliki kemampuan lebih, baik fisik dan skill, mungkin anda percaya diri untuk meladeni dengan permainan yang sama, namun jika terasa tim anda kurang percaya diri meladeni dengan kekuatan dan skill yang lebih, anda jangan underestimate dulu, masih banyak cara untuk melakukan perlawanan, kunci dari gaya permainan ini adalah passing , shooting dan marking.

Untuk meredam passing usahakan posisi masing-masing pemain yang sesuai dengan tugas dan fungsinya jangan sampai saling ngacak nggak beraturan, stick to the position, sedikit menurunkan irama permaian sebab jika terpancing ke permaian cepat maka akan sangat mudah mereka melakukan pasing-pasing yang mana banyak posisi – posisi pemain kita lowong, jika posisi sedang bertahan usahakan semua pemain lebih banyak berada kearah tengah-tengah dari daerah kita, tujuannya agar lebih menutup ruang tembak lawan, kalaupun tim lawan melakukan pasing dan shooting ke gawang melalui daerah luar sayap misalnya, paling tidak kesiapan kita menghalau serangan tersebut akan lebih terkoordinir jika posisi kita berada ditengah-tengah dan bisa saling menutup jika perlu. 

Untuk menghalau tendangan yang rata-rata sangat bertenaga dan biasanya dilakukan dengan sangat cepat, maka hal yang harus diperhatikan adalah ruang tembaknya, jangan sampai kita memberi ruang tembak dan biasanya mereka bisa memanfaatkan ruang tembak sekecil apapun, peran pergerakan kaki kita sangat diperlukan untuk menghalau tendangan ke gawang seperti ini, paling tidak akan mempersempit ruang tembak.

Pada saat kita melakukan serangan ke daerah lawan, lakukan dengan pola umpan-umpan pendek namun terstruktur, jika kita melakukannya dengan umpan-umpan panjang maka lawan akan lebih gampang membaca permainan kita, karena mereka terbiasa dengan permainan seperti itu, walaupun skill dan stamina tim kita ada dibawah mereka, namun pola ini lebih memungkinkan diterapkan dengan kondisi tim seperti ini, dibanding harus menerapkan umpan-umpan panjang. Untuk menghindari marking yang cukup rapat, ada strategi yang bisa diterapkan, sering-seringlah melakukan umpan-umpan pendek dengan rekan se-tim, disamping itu juga melakukan re-posisi yang cepat dan tepat, tepat disini maksudnya jika anda mengumpan ke teman anda, anda harus segera bergerak kearah posisi lain dimana memungkinkan teman anda bisa memberikan bola kearah anda kembali. Dengan demikian marking yang rapat masih bisa kita lewati.

Untuk gaya permainan pendek dengan umpan dari kaki-ke kaki biasanya dilakukan oleh tim dengan pemain yang diatas rata-rata memiliki skill lebih dalam hal penguasaan bola, dalam tim seperti ini permainan tidak didominasi oleh tendangan-tendangan langsung ke gawang, namun dilakukan dengan umpan-umpan pendek mengarah ke daerah gawang lawan. Akan sangat sulit dihadang jika dilakukan dengan cepat, terstruktur dan terarah. Hal yang mungkin bisa diterapkan untuk menghadapi permainan ini adalah yang pertama posisi pemain kita, jangan sampai kacau nggak beraturan, sebab jika posisi sudah berantakan maka lawan akan dengan mudah melakukan penetrasi ke daerah gawang kita. Untuk itu perlu dilakukan latihan pergerakan kaki, karena dengan kelincahan dan kecepatan pergerakan kaki maka umpan-umpan pendek bisa kita antisipasi, seperti kita ketahui dalam permainan pendek jika bola sedang dibawa lawan posisi bola itu tidak akan jauh dari badannya jadi asal ruang gerak lawan bisa kita antisipasi, maka arah bolapun bisa kita baca.


Pada saat penyerangan, menghadapi tim dengan permainan pendek seperti ini manfaatkan celah dan area lebar lapangan yang ada, paling tidak kita bisa membuka ruang tembak, misalnya sudut kiri dan kanan bisa kita manfaatkan sebagi ruang tembak, karena biasanya daerah ini kurang sekali penjagaannya, lakukan latihan tendangan ke gawang dari kedua daerah ini dan ada satu hal yang perlu diketahui bahwa didalam permainan sepak bola, jika terjadi tendangan bebas atau tendangan langsung ke gawang, barikade pertahanan atau adanya posisi beberapa pemain didepan penjaga gawang, sangat membantu untuk menutup ruang tembak, namun tidak demikian untuk permainan Futsal, malah sebaliknya formasi barikade ini lebih sering mengakibatkan blunder, ini diakibatkan karena jarak tembak yang pendek sehingga konsetrasi penjaga gawang menjadi terganggu dan agak susah untuk membaca arah bola. (sumber)

Jumat, 18 April 2014

Tutorial Futsal: Latihan Defending Play

Tutorial Futsal: Latihan Defending Play. Seorang pemain futsal dituntut bermain multifungsi. Saat pertandingan berlangsung, mereka harus melakukan transisi posisi sebagai seorang penyerang maupun bek. Ketrampilan melakukan defending play perlu diasah secara konsisten. Andri Irawan, pelatih klub Electric PLN dan juga dosen mata kuliah futsal UNJ, secara mendetail akan membahasnya. Simak baik-baik penjelasannya dibawah ini!

Dalam melakukan defending play, ada tiga teknik pertahanan yang efektif meredam serangan lawan. Tiga teknik dasar defending play antara lain: sliding tackle, poke tackledan block tackle. Bagaimana cara mengasah ketiga teknik tersebut? Berikut pola latihan yang perlu digeber para pefutsal pemula agar bisa memagari lini pertahanan tim yang diperkuatnya:  

1.      Latihan Tanpa Lawan

Poin penting yang harus dipahami dan dikuasai:
A. Timing
B. Teknik Teckling: Slide tackle, poke tackle (cocor dengan ujung kaki), Block tackle.
C. Marking: - Jarak (jangan terlalu jauh dengan posisi lawan).
                   - Sudut (amat penting untuk membatasi celah pertahanan yang bisa dimanfaatkan lawan).
D. Keputusan menahan atau tekel.
E. Fokus pada bola dan lawan.
F. Posisi tubuh dan jarak.

Pola latihan: 
- Penjaga atau defender serve/pass bola ke penyerang/attacker dari posisi gawang kecil.
- Defender bergerak ke depan melakukan preasure kepada si penyerang yang mendrible bola untuk melewati defender menuju ke gawang kecil.

2.      Latihan Dengan Lawan

Setiap pemain mendapat tekanan dari rekannya yang berposisi sebagai pemain lawan. Poin penting yang perlu dipahami dan dikuasai:
A. Merapat pada pemain yang menguasai bola dalam perjalanan cepat menujunya.
B. Hati-hati dan perlambat kecepatan gerak sewaktu bola diterima oleh lawan.
C. Arahkan perhatian pada target si penyerang.
D. Posisi tubuh.
E. Paksakan lawan menjauh dari gawang.
F. Kurangi dari jarak penyerang atas dirinya 2-2,5 meter.
G. Tetap pada posisi dan bertindak hanya pada gerakan arah bola.

Pola latihan:
- 01 lakukan dua sentuhan, satu sentuhan gulirkan bola ke samping dan sentuhan kedua pass ke 02
- 02 mulai di atas garis grid pertama jauh dari pemain serve
- X1 mulai diatas grid kedua jauh dari pemain serve
- 01 pass ke 02 dari gawangnya
- 02 berputar dari pass ke X2 yang berdiri ke gawangnya
- X1 bertahan melawan )2 sewaktu dia menerima bola
- Latihan kebalikannya dan lakukan X2 pass ke X1.

               
   

3.      Latihan Gim Situasi

Para pemain diasah dengan latihan pertandingan sebenarnya. Poin penting: Seluruh pemain dilibatkan (dipecah menjadi dua tim, dimana tim pertama fokus ke pertahanan, tim yang lain bertindak sebagai lawan yang frontal melakukan penyerangan.

Pola Latihan: 
1. Tanggung jawab pemain:
A. Bertahan individu 1 vs 1 seperti pada latihan sebelumnya.
    Pemain pembantu:
    - Posisi cover pada penjaga pertama mengikuti gerakan penyerang
    - Sudut cover/malapis pertahanan
    - Jarak cover
B. Bila peranan penjaga berubah dari penjaga pertama menjadi cover pertama dan kedua.
C. Tetap bermain di depan penjaga.
D. Ciptakan permainan yang tak terduga.
E. Bagaimana dan kapan pemain melakukan tekel menjaga lawan:
    - Antara lawan dan gawang sendiri.
    - Fokus ke bola 
    - Fokus juga pada lawan
    - Jarak defender adalah kesempatan untuk menghalangi/merebut/intercept. (Sumber)

Jumat, 11 April 2014

Coaching Clinic: Pemanasan Untuk Gelandang



Dibandingkan dengan posisi lain, ada kecenderungan, pemain di posisi gelandang lebih banyak melakukan lari. Rata-rata, di tiap pertandingan, gelandang akan berlari sepanjang 6-8 km.
Nah, lebih dari itu, gelandang dipastikan akan sering melakukan sprint. Karena itu butuh kondisi yang benar-benar siap. Terutama di bagian lutut. Jangan berharap bisa melakukan tugas gelandang dengan baik, jika lutut selalu bermasalah.

Banyak sekali jenis pemanasan yang berfungsi menjaga kestabilan lutut. Terpenting cara melakukannya benar. Dan tidak perlu waktu yang lama. 
Secara umum, jenis pemanasan untuk gelandang sebenarnya standar. Hanya, dianjurkan ada porsi lebih untuk pelemasan di bagian paha dan betis. Ingat, sering kali gelandang kram atau otot tertarik ketika dia kurang melakukan pemanasan.


Awal pemanasannya sederhana. Bisa saja lari pendek. Jaraknya 15-20 meter. Hanya, tingkat kecepatannya yang diubah-ubah. Pertama sprint kemudian baliknya pelan. Ini bisa dilakukan secara bertahap. Cukup 3-5 kali putaran. Baru setelah itu dilakukan peregangan. Nah, disini lah, peregangan di bagian paha mutlak diperhatikan. Sebab, disadari atau tidak, otot-otot di bagian ini akan melakukan aktivitas yang luar biasa. (sumber) (foto)

Jumat, 04 April 2014

Coaching Clinic: Pivot and Rote

                             
Pivot 
Membiarkan lawan memiliki ruang tembak adalah sebuah kesalahan besar dalam futsal. Dengan luas lapangan yang tidak terlalu besar, lawan bisa langsung menendang ke gawang setelah melewati garis tengah. Untuk itu, upaya menutup ruang tembak lawan harus dilakukan dengan kokoh tanpa melakukan pelanggaran berat.
Dalam futsal, sering terjadi situasi ketika seorang pemain menerima umpan dengan posisi memunggungi gawang. Saat itu, bek lawan pasti mencoba mengambil bola tersebut dari belakang. Upaya pemain yang menerima bola salah satunya adalah dengan melakukan pivot (gerakan memutar) sambil tetap menguasai bola.
Nah, sebagai seorang bek pasti tak akan membiarkan lawan membalikkan badannya setelah menerima umpan. Sebab, jika hal ini sampai terjadi maka lawan akan punya ruang tembak.
Minimal dia bisa melakukan umpan kepada rekannya.
Perhatikan berat badan pemain lawan sebelum melakukan antisipasi. Jangan terlalu cepat bereaksi, karena bisa saja gerakan yang dilakukan adalah sebuah gerakan tipuan. Lebih utamakan melakukan marking yang menekan ruang geraknya dan tak bisa leluasa membawa bola.

Rote
Mengutip pernyataan Johan Cruyff, “Sepak bola adalah permainan yang dilakukan dengan menggunakan otak.” Tentu saja hal ini juga berlaku bagi futsal. Maka, selain melatih fisik dan teknik, olah otak dan mental juga diperlukan bagi seorang pemain.
Salah satunya adalah dengan latihan rote atau menghafal tanpa berpikir. Secara umum bisa diartikan sebagai gerakan-gerakan otomatis yang hanya bisa muncul dari hasil perpaduan antara latihan fisik dan mental yang berkesinambungan.
Syaraf dan otak cenderung tidak aktif tanpa ada impuls yang masuk. Keduanya hanya bisa aktif ketika ada sinyal perubahan yang masuk ke otak. Jadi, sebuah pola latihan baru bisa efektif ketika ada unsur mental, fisik, dan spiritualnya. Artinya, setiap berlatih, minimal tiga unsur tersebut selalu ada. 
Latihan yang akan Anda jalani ini bisa meningkatkan ketangkasan mengendalikan bola, terutama ketika Anda sedang mempelajari dasar-dasar bermain futsal. Tapi, jangan lupa, Anda belajar dengan langsung praktik. 

Semakin dalam analisis yang dilakukan, semakin besar keuntungan yang Anda peroleh dari permainan ini. (sumber) (foto)

Senin, 10 Maret 2014

Coaching Clinic: Pemanasan Untuk Defender



Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mendasar pada gerakan-gerakan pemanasan buat defender, midfielder, dan striker. Awalnya, semua nyaris sama. Namun melihat tugas dan peran mereka selama pertandingan, ada beberapa variasi pemanasan yang dianjurkan berbeda.
Untuk defender, sebelum melakukan pertandingan, harus pastikan kondisi lutut benar-benar siap. Karena itu, lakukan pemanasan yang bisa melemaskan otot-otot di sekitar lutut. Misalnya loncat-loncat ringan dan ketika kaki di udara, sedikit ditekuk. Tidak perlu lama, yang penting cukup.
Juga jangan lupakan bentuk pemanasan yang menitikberatkan pada bagian tubuh bagian belakang. Terutama punggung. Kecenderungannya, defender akan sering melakukan lompatan-lompatan tinggi. Butuh energi lebih dan otot yang siap untuk melakukannya.
Itu sangat penting. Sebab selama ini jika pemain kurang melakukan pemanasan yang cukup di tubuh bagian belakang, kerap bermasalah dengan punggungnya. Contohnya usai melakukan lompatan yang berisiko tinggi, otot akan tertarik dan terasa nyeri.
Terakhir, selain punya kecepatan lari yang berfungsi mengimbangi striker lawan, defender biasanya dituntut bisa melakukan tekel bersih. Nah, untuk melakukan tekel yang tidak membahayakan diri sendiri dan lawan, tentunya tubuh harus benar-benar siap. Lagi-lagi pemanasan yang benar, mutlak dibutuhkan.

Senin, 03 Maret 2014

Step Pemanasan untuk Kiper

Perputaran permainan futsal amat cepat. Ini memaksa seorang penjaga gawang harus cekatan mengatisipasi serangan lawan yang datang setiap saat. Untuk bisa tampil maksimal, seorang kiper sudah barang tentu harus memiliki kelenturan tubuh yang baik, terutama saat melakukan aksi penyelamatan atas serangan lawan dari berbagai arah. Pola latihan kelenturan buat para penjaga gawang. disamping itu pemanasan buat kiper begitu sangat diperlukan. Simak baik-baik bagaimana detailnya:
1.  Sambil duduk penjaga gawang mengambil posisi melebarkan kedua kakinya. Posisi badan usahakan membujur, sementara kedua tangannya memegang bola. Lakukan gerakan ini beberapa menit sesuai kebutuhan.
2.  Masih dalam posisi yang sama, hanya kali ini penjaga gawang melakukan gerakan berbeda dengan menggerakkan badan ke kiri maupun ke kanan secara bergantian. Gerakan bermanfaat untuk kelenturan otot pinggul, perut, bahu dan paha.
3.    Sambil duduk posisikan kaki lurus kedepan lalu tubuhu digerakkan kedepan diikuti kedua tangan menangkap bola yang dilemparkan rekannya. Gerakkan ini dapat membuat otot-otot bahu, perut, pinggul semakin lentur dan kuat.
4.  Sambil duduk dan kedua kaki ditekuk keatas lalu direnggangkan secara perlahan. Disaat bersamaan pinggul bergerak naik turun lalu kedua tangan ke depan menggapai bola yang dipegang rekannya. Posisi ini seperti melakukan sit-up berguna menguatkan otot perut.
5.    Kiper tetap dalam posis duduk, lalu kedua kaki ditekuk ke atas dengan posisi rapat. Selanjutnya diikuti dengan posisi badan naik turun ke kiri dan ke kanan. Di sisi lain, kedua tangan mengikuti gerakan badan dengan menangkap bola yang dilempar ke kiri dan ke kanan. Gerakan ini dapat melenturkan otot pinggul, perut, bahu, dan tangan dalam menangkap bola. (sumber)


Perhatikan gambar dibawah ini:

     

Jumat, 14 Februari 2014

Tips Bermain Futsal Yang Baik



Untuk kawan - kawan yang ingin menyalurkan hobinya dalam bermain futsal, berikut tips - tips yang bermain futsal dengan baik :
      1.     Penguasaan bola yang baik
Ketika operan bola tertuju kepada kita, lakukan kontrol bola yang baik. Dalam bermain futsal yang menggunakan bola ukuran lebih kecil sebaiknya gunakan kaki bagian bawah, hal ini efektif dalam menghentikan laju bola dan bola tidak jauh dari kaki.
2.     Teknik menendang bola
Dalam menendang bola, ada dua teknik menendang bola pertama dengan kaki dalam dan kaki luar. teknik mana yang anda pilih untuk sering anda lakukan atau terapkan keduanya sama baik. saran saya untuk memberikan operan bola kepada teman gunakan kaki dalam dan jika melakukan tendangan atau shoot gunakan kaki luar.
3.     Baik dalam bertahan
Pada saat lawan menguasai bola, kita harus pandai dalam bertahan. dalam bertahan di permainan futsal sebaiknya tidak terburu - terburu merebut bola dari kaki lawan. kita harus bersabar dan cukup membayangi pergerakan lawan. apabila saat yang tepat untuk merebut bola dari kaki lawan datang, lakukan dengan cepat dan jangan ragu - ragu.
4.     Visi yang baik dalam menyerang
Di dalam melakukan penyerangan jangan dilakukan terburu - buru. Penguasaan bola selama mungkin dapat mempengaruhi psikologi lawan. Lakukan operan - operan pendek dan akurat kepada teman, operan - operan pendek yang terus berjalan secara terus - menerus. Apabila mendapatkan ruang tendangan untuk melakukan shoot, lakukan dengan keras tendangan ke gawang lawan. Hal ini dikarenakan ukuran gawang dalam bermain futsal lebih kecil.


Inti dari bermain futsal adalah kesabaran, apabila kita bermain dengan sabar, maka kita dapat bermain dengan baik. Ketenangan akan kita dapat saat menguasai bola. Bermain futsal menurut saya dalam bermain futsal cukup simple, passing passing dan passing. Skill tinggi hanya sebagai pelengkap saja. Cukup dengan akurat melakukan passing. (sumber)

Kamis, 13 Februari 2014

Cara Menghadapi Sepak Pojok (Corner Kick)



Corner kick, salah satu cara alternatif membuat gol serta salah satu situasi yang memiliki potensi membuat kebobolan seorang kiper futsal. Berbagai taktik serta strategi dilakukan oleh tim dalam memanfaatkan sepak pojok ini. Dan kita sebagai kiper futsal harus siap dengan hal ini, terlebih dengan cepatnya permainan futsal yang dari titik, jarak, dan sisi manapun bisa membobol gawang yang kita kawal. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian utama kita sebagai kiper futsal ketika sepak pojok, yaitu  kawan, lawan, bola dan posisi kita sendiri. 

      1.    POSISI KAWAN

Selalu usahakan tidak ada celah pergerakan bagi pergerakan pemain lawan agar tidak dapat menerobos masuk ke area kiper. Karena potensi terbesar kebobolan adalah ketika detik-detik akhir sang penendang corner menendang bolanya, apakah dia akan memberikan passing keras menusuk ke area kiper atau memberi passing kepada kawan mereka yang berada di luar area kiper. Selalu ingatkan kawan-kawan untuk man to man marking dalam menghadapi sepak pojok.

2.    POSISI LAWAN
Seperti yang sudah diulas sedikit di atas mengenai man to man marking, selalu waspada dengan pemain-pemain lawan yang berada di luar area kiper, kenapa? Karena dalam sekejab ketika kawalan dari kawan kita lepas maka gawang akan menjadi sasaran empuk bagi mereka, entah berupa pergerakan siluman  atau shooting keras dari luar area kiper.

3.    POSISI KIPER

Selalu berada pada sisi tiang dekat, dengan posisi badan dan pandangan serong. Dengan posisi seperti ini memungkinkan kita bisa melihat lebih luas tentang pergerakan lawan, posisi kawan serta kemana bola akan di arahkan. (sumber)